Perilaku menyusui tak lepas dari budaya yang melatarbelakangi pola ibu dalam menyusui bayinya. Lingkungan dapat menjadi faktor penentu kesiapan dan kesediaan ibu untuk menyusui bayinya. Seperti pengalaman keluarga ibu tentang menyusui, pengetahuan ibu dan keluarga tentang manfaat ASI, sikap suami dan keluarga lainnya terhadap menyusui, sikap tenaga kesehatan yang membantu ibu memiliki pengaruh besar terhadap pengambilan keputusan menyusui atau tidak. Pandangan ibu tentang fisiknya pun ternyata dapat mempengaruhi keputusan untuk menyusui, hal ini berhubungan dengan kepercayaan diri ibu untuk menyusui anaknya.
Banyak mitos seputar menyusui yang sering beredar di masyarakat. Jika para ibu tidak segera mendapatkan edukasi yang tepat mengenai mitos-mitos tersebut, maka nantinya akan berdampak pada keputusan ibu untuk tidak menyusui bayinya dikarenakan mitos-mitos yang kurang tepat tersebut.
Di antara mitos-mitos yang sering beredar, beberapa diantaranya yang cukup sering ditanyakan oleh para ibu, yaitu:
· Tidak mau menyusui karena takut menjadi gemuk
Banyak ibu yang enggan menyusui karena beranggapan bahwa dengan menyusui tubuhnya akan menjadi semakin gemuk nantinya. Padahal timbunan lemak tubuh yang terbentuk selama masa kehamilan akan lebih cepat hilang karena digunakan dalam proses menyusui. Timbunan lemak memang terbentuk untuk proses menyusui ibu. Justru jika tidak digunakan untuk menyusui maka timbunan lemak tersebut akan menetap pada tubuh.
· Berhenti menyusui karena merasa ASI kurang cukup
Seperti hukum permintaan yang menyatakan bahwa semakin besar permintaan akan suatu barang maka semakin besar pula produksinya. Hal tersebut juga berlaku pada ASI. Tidak ada kata kurang cukup untuk ASI karena ASI diproduksi sesuai permintaan. Semakin sering bayi menyusu, maka semakin banyak pula ASI diproduksi. Jadi tidak ada kata ASI kurang cukup selama posisi dan pelekatan bayi pada payudara ibu benar sehingga bayi bisa dengan leluasa menghisap payudara ibu. ASI lebih mudah dicerna dan diserap dibanding susu lainnya sehingga bayi menjadi lebih cepat lapar. Berikanlah ASI sesering yang bayi mau.
· Tidak menyusui karena merasa ukuran payudara terlalu kecil
Ukuran payudara tidak mempengaruhi kemampuan memberikan ASI. ASI dihasilkan oleh jaringan kelenjar alveoli di dalam payudara. Faktor yang membedakan besar atau kecilnya payudara adalah jaringan lemaknya. Jadi selama anatomi payudara yang mendukung ibu untuk menyusui termasuk normal, maka ibu dapat menyusui tanpa dipengaruhi oleh ukuran payudara.
· Tidak memberikan kolostrum untuk bayi karena dianggap sebagai kotoran
ASI (kolostrum) yang yang pertama kali keluar sampai hari ketujuh kelahiran memang berwarna kekuningan dan jernih. Kolostrum adalah zat yang tinggi protein dan faktor-faktor pendukung imunitas bayi sehingga sangat baik diberikan bagi bayi yang baru lahir. Kolostrum juga rendah kandungan lemak dan laktosanya sehingga mudah dicerna dan tidak memberatkan kerja ginjal bayi yang baru lahir.
· Tidak mau menyusui karena takut bentuk payudara menjadi kendur
“Bagus” atau tidaknya payudara tidak ditentukan oleh proses menyusui karena bentuk payudara lebih berkaitan dengan keturunan dan usia. Menyusui atau tidak menyusui, akan terjadi perubahan bentuk payudara sejalan dengan bertambahnya usia. Selain itu, perawatan juga menentukan bentuk payudara nantinya. Gunakan bra yang dapat menyangga payudara dengan baik saat hamil dan menyusui agar payudara dapat terjaga selalu bentuknya dan tidak kendur.
· Menyusui itu repot
Bandingkan, lebih repot mana, menyusui atau memberikan susu formula? Jika menyusui, ibu bisa memberikannya kepada bayi kapan saja dan di mana saja tanpa harus repot membersihkan botol, menakar susu, mengatur suhu air, membawa semua perlengkapan membuat susu, dan tidak perlu waktu lama untuk persiapannya. ASI sangat praktis. Kapan saja bayi lapar, ibu tinggal membuka payudara dan memberikan puting ke mulut bayi. Suhu, takaran, dan terutama nutrisinya pasti pas untuk bayi. Jika ibu merasa kurang nyaman menyusui di tempat umum, saat ini sudah banyak dijual apron atau celemek yang digunakan saat menyusui untuk menutupi payudara.
-sinta-
20.51 10012012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar