Beberapa bulan yang lalu saya mengikuti pelatihan mengenai menyusui yang diadakan oleh PERINASIA (Perkumpulan Perinatologi Indonesia). PERINASIA merupakan lembaga yang dimotori oleh dokter-dokter kandungan dan dokter-dokter anak yang bergerak dalam meningkatkan kesehatan bayi yang baru lahir.
Pelatihan menyusui yang saya ikuti tersebut terdiri dari dua rangkaian, yang pertama adalah Manajemen Laktasi. Pada rangkaian pertama pelatihan ini, saya belajar mengenai apa itu ASI, cara menyusui yang baik dan benar, serta apa saja yang harus dilakukan baik oleh ibu maupun keluarga yang mendampingi agar ibu dapat menyusui dengan baik. Kemudian yang kedua adalah Konseling Menyusui. Pada rangkaian yang kedua ini saya belajar mengenai bagaimana cara mengedukasi dan memberi konseling yang baik kepada ibu hamil dan ibu menyusui.
Saat saya bercerita kepada teman-teman saya, beberapa dari mereka bertanya “Kok ASI sih, Sin? Buat apa? Lo udah mau punya anak ya? Ciyee nanti nyusuinnya jago dong?”. Ya, itu beberapa tanggapan yang mereka ucapkan saat mendengar bahwa saya akan mengikuti pelatihan menyusui ini. Mengapa saya tertarik dengan ASI? Jawabanya karena saya tertarik pada segala sesuatu yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Kemudian bagaimana caranya agar bayi kita dapat tumbuh dan berkembang dengan baik? Jawabannya adalah dengan memberikan makanan yang mengandung nutrisi yang tepat dan sesuai untuk bayi. Lalu, makanan apa yang mengandung nutrisi yang paling tepat dan sesuai untuk bayi? Jawabannya adalah ASI, hanya ASI.
Manfaat dan Keunggulan ASI
Mengapa hanya ASI yang paling tepat untuk bayi? Bukankah ada susu formula yang harganya mahal yang mengandung nutrisi yang diklaim oleh produsennya baik untuk bayi?
ASI mengandung semua nutrisi yang diperlukan bayi dengan kandungan yang tepat dan seimbang. Kandungan nutrisi dalam ASI dapat berubah sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan bayi. Tidak ada makanan lain yang dapat menyamai keunggulan ASI ini. Walaupun itu adalah susu formula dengan harga yang paling mahal sekalipun. Selain nutrisi seperti protein, lemak, vitamin, dan mineral yang dapat disebut sebagai “komponen mati” yang dibutuhkan oleh bayi, ASI juga mengandung “komponen hidup” seperti bakteri Lactobacyllus bifidus, sel darah putih, laktoferin, antibodi, dan zat-zat lainnya yang berguna untuk kekebalan tubuh bayi. “Komponen hidup” inilah yang hanya terdapat pada ASI dan membuat ASI memiliki keunggulan dibanding susu formula, karena “komponen hidup” ini hanya dapat dibuat di dalam tubuh ibu.
Selain itu, ASI juga memiliki efek psikologis yang menguntungkan bagi ibu dan bayinya. Walaupun seorang ibu dapat memberikan kasih sayang yang besar dengan memberikan susu formula, tetapi menyusui sendiri akan memberikan efek psikologis yang lebih besar. Interaksi yang timbul pada saat ibu menyusui bayinya akan memberikan rasa aman bagi bayi.
Bayi yang mendapatkan ASI akan mengalami kenaikan berat badan yang stabil setelah lahir dan mengurangi kemungkinan obesitas pada bayi. Selain itu, ASI juga dapat mengurangi kejadian karies dentis pada bayi. Kejadian karies dentis pada bayi yang mendapat susu formula jauh lebih tinggi dibanding yang mendapat ASI, karena kebiasaan menyusui dengan dot terutama pada waktu akan tidur menyebabkan gigi lebih lama kontak dengan sisa susu formula dan menyebabkan asam yang terbentuk akan merusak gigi.
Selain memberi manfaat untuk bayi, menyusui juga sangat bermanfaat bagi ibu. Diantaranya yaitu oksitosin yang dikeluarkan saat menyusui dapat mencegah terjadinya pendarahan pasca persalinan sehingga mengurangi kejadian anemia defisiensi besi pada ibu. Kejadian kanker payudara juga lebih rendah pada ibu yang menyusui dibanding yang tidak menyusui. Menyusui juga dapat berguna sebagai alat KB (metode amenorrhea laktasi). Hormon yang mempertahankan laktasi (oksitosin) bekerja menekan hormon untuk ovulasi (estrogen) sehingga dapat menunda kembalinya kesuburan.
-sinta-
16.54 17012012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar