Sabtu, 11 Februari 2012

Inisiasi Menyusu Dini

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan, di mana bayi dibiarkan secara aktif mencari puting susu ibunya sendiri. Saat ini, program IMD sedang aktif digalakkan oleh pemerintah Indonesia di mana sudah banyak rumah sakit maupun bidan yang mengerti dan berkomitmen untuk menerapkan IMD pada ibu-ibu yang baru melahirkan. IMD sangat mempengaruhi keberlangsungan pemberian ASI eksklusif dan lama menyusui, sehingga bayi akan terpenuhi kebutuhan gizinya hingga usia 2 tahun dan juga mecegah kekurangan gizi pada bayi.
IMD dilakukan dengan cara langsung meletakkan bayi yang baru lahir di dada ibu dan membiarkan bayi merayap untuk menemukan puting susu ibu untuk menyusu. IMD harus dilakukan langsung setelah bayi lahir, tanpa boleh ditunda dengan kegiatan menimbang atau mengukur bayi. Bayi juga tidak boleh dibersihkan, hanya dikeringkan seluruh tubuhnya kecuali tangannya. Pakaikan selimut atau topi kepada bayi apabila diperlukan untuk memberi kehangatan pada bayi. Proses ini harus berlangsung skin to skin antara bayi dan ibu..Pemerintah Indonesia mendukung kebijakan WHO dan UNICEF yang merekomendasikan IMD sebagai tindakan “penyelamatan kehidupan”, karena IMD dapat mencegah kematian dini bayi sebelum usia satu bulan sebanyak 22%.
Untuk tahapan IMD secara rinci, dijelaskan sebagai berikut:
1.    Para petugas kesehatan membantu proses persalinan Ibu baik normal maupun caesar.
2.    Setelah lahir, seluruh tubuh bayi, kecuali kedua tangan secepatnya dikeringkan tanpa menghilangkan vernix (kulit putih yang menempel pada tubuh bayi setelah dilahirkan). Biarkan sisa-sisa amnion atau air ketuban tetap menempel pada kedua tangan bayi, karena aroma dari amnion inilah yang nantinya akan menuntun bayi untuk menemukan puting ibunya. Puting ibu memiliki aroma yang sama seperti aroma amnion. Sedangkan vernix dapat  menyamankan kulit bayi selama IMD berlangsung.
3.    Bayi kemudian diletakkan dalam posisi tengkurap di dada atau perut ibu, dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu. Untuk mencegah bayi kedinginan, kepala bayi dapat dipakaikan topi. Kemudian, jika perlu, bayi dan ibu diselimuti.
4.    Bayi yang ditengkurapkan di dada atau perut ibu, dibiarkan untuk mencari sendiri puting susu ibunya (bayi tidak dipaksakan ke puting susu). Pada dasarnya, bayi memiliki naluri yang kuat untuk mencari puting susu ibunya.
5.    Saat bayi dibiarkan untuk mencari puting susu ibunya, ibu perlu didukung dan dibantu untuk mengenali perilaku bayi sebelum menyusu. Posisi ibu yang berbaring mungkin tidak dapat mengamati dengan jelas apa yang dilakukan oleh bayi.
6.    Bayi dibiarkan tetap dalam posisi kulitnya bersentuhan dengan kulit ibu sampai proses menyusu pertama selesai.
7.    Setelah selesai menyusu awal, bayi baru dipisahkan untuk ditimbang, diukur, dicap, diberi vitamin K, dan tetes mata.
8.    Ibu dan bayi tetap bersama dan dirawat-gabung. Rawat-gabung memungkinkan ibu menyusui bayinya kapan saja si bayi menginginkannya, karena kegiatan menyusu tidak boleh dijadwal. Rawat-gabung juga akan meningkatkan bonding atau ikatan batin antara ibu dengan bayinya, bayi jadi jarang menangis karena selalu merasa dekat dengan ibu, selain itu dapat memudahkan ibu untuk beristirahat dan menyusui.
IMD memiliki banyak manfaat untuk ibu dan bayinya. Beberapa manfaat IMD untuk ibu di antaranya, dapat meningkatkan bonding atau ikatan batin antara ibu dan bayi. Menyusui segera setelah melahirkan melalui IMD juga dapat merangsang kontraksi otot rahim sehingga mengurangi risiko perdarahan sesudah melahirkan. IMD juga dapat memperbesar peluang ibu untuk memantapkan dan melanjutkan kegiatan menyusui selama dua tahun ke depan, dengan kata lain IMD dapat meningkatkan kepercayaan diri ibu untuk menyusui bayinya. Selain itu, IMD juga dapat mengurangi tingkat stress ibu setelah melahirkan karena ibu merasa lebih dekat dengan bayi.
        Selain itu, IMD juga memiliki banyak manfaat untuk bayi. Diantaranya yaitu, IMD dapat mempertahankan suhu tubuh bayi agar tetap hangat. Perbedaan suhu antara rahim dan suhu ruangan setelah bayi dilahirkan sering kali membuat bayi ‘kaget’, kontak kulit antara ibu dan bayi dapat mencegah terjadinya ‘kekagetan’ bayi karena perbedaan suhu tersebut. IMD juga dapat mengurangi bayi menangis sehingga mengurangi stress dan tenaga yang dipakai ibu dan bayi. Melalui IMD, bayi akan terlatih motoriknya saat menyusu, sehingga mengurangi kesulitan menyusu di kemudian hari serta membantu perkembangan syaraf bayi. Secara metabolisme, IMD dapat mempercepat keluarnya meconium atau kotoran bayi yang berwarna hijau kehitaman yang pertama keluar dari bayi karena meminum air ketuban.
Hal yang terpenting dari IMD adalah kesempatan bayi untuk memperoleh kolostrum menjadi lebih besar. Kolostrum merupakan ASI yang pertama kali keluar yang berwarna kekuningan. Kolostrum dihasilkan dari hari pertama sampai hari ketiga setelah melahirkan. Kolostrum sangat bermanfaat bagi bayi karena mengandung tinggi protein dan mineral yang berguna untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi di hari-hari pertama kelahirannya. Selain itu kolostrum juga mengandung globulin dan tripsin inhibitor yang berguna sebagai antibody yang dapat meningkatkan imunitas bayi. Pelaksanaan IMD juga dapat mencegah terlewatnya puncak ‘refleks mengisap’ pada bayi yang terjadi 20-30 menit setelah lahir. Jika bayi tidak disusui, refleks akan berkurang cepat dan hanya akan muncul kembali dalam kadar secukupnya 40 jam kemudian. Kontak kulit antara ibu dan bayi pada beberapa jam pertama setelah kelahiran yang terjadi melalui IMD juga dapat mencegah bayi dari kedinginan karena perbedaan suhu antara di dalam rahim dan suhu ruangan, selain itu kontak kulit juga dapat meningkatkan bonding atau ikatan batin antara ibu dan bayi sehingga mengurangi stress yang mungkin terjadi pada keduanya.
Sebagai tambahan referensi, berikut ini saya berikan link video hasil dari kerjasama antara Kementerian Kesehatan RI dan UNICEF yang menggambarkan tahapan proses IMD yang baik dan benar serta pengalaman dari para ibu maupun para bidan yang sudah pernah melaksanakan IMD.

-sinta-
19012012 12.39

Tidak ada komentar:

Posting Komentar