Senin, 11 Desember 2017


Melatih Kemandirian Anya: Pakai Baju Sendiri


                Setelah siang tadi Anya berhasil menyuap makanannya sendiri sampai habis, sore harinya setelah mandi, saya mencoba untuk mengajak Anya melatih skill kemandirian yang lainnya, yaitu memakai baju sendiri. Sebenarnya untuk skill yang satu ini sudah cukup sering kami lakukan. Hanya saja biasanya kami lakukan sambil bermain dan bercanda. Kali ini saya mencoba melakukannya lebih “serius”, yaitu dengan mengajarkan juga langkah-langkahnya memakai baju sendiri.
                Setelah mandi sore, semua baju Anya sudah saya siapkan. Untuk celana dalam, kaos singlet, dan celana panjangnya saya yang memakaikan. Kemudian saya pun mengajak Anya untuk mencoba memakai bajunya sendiri, tanpa dibantu. Saya lihat Anya terlihat bersemangat. Sepertinya untuk latihan skill kemandirian yang satu ini Anya selalu terlihat bersemangat mencobanya, sepertinya ada sesuatu yang menantang saat ia mencoba memakai baju sendiri. Lalu mulalilah Anya memakai bajunya sendiri, dimulai dari memasukkan tangan ke lubang tangan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan memasukkan kepala ke lubang kepala. Sampai tahap ini, alhamdulillah Anya dapat melakukannya dengan lancar. Tapi kemudian untuk menarik keseluruhan baju sampai ke bawah dan merapikannya, Anya mengalami kesulitan karena bajunya menggulung dan kusut. Akhirnya saya pun membantu Anya untuk menarik dan merapikan bajunya.
                Alhamdulillah, untuk latihan skill kemandirian kali ini walaupun Anya tidak sepenuhnya berhasil tapi yang terpenting Anya mau mencoba dan terlihat bersemangat melakukannya. Besok kita coba lagi ya, nak 😊


NB: Maafkan foto yang blur karena diambil dengan terburu-buru, sebelum kehilangan momennya ;)

#HariKe8
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunsayIIP
#MelatihKemandirian



Melatih Kemandirian Anya: Makan Sendiri (Bagian 3)


                Hari ini (Senin siang), saya ingin kembali melatih skill kemandirian Anya makan sendiri. Tentu saja dimulai dengan menyiapkan makanan kesukaan Anya terlebih dahulu, yaitu nasi yang ditaburi dengan bawang goreng dan telur dadar.
                “Anya.. Nanti makan sama-sama ibu yuk.. Tapi Anya suap sendiri ya kayak kemarin.. Mau kan?”
                “Anya mau pake tangan aja bu makannya, kayak ayah..”
                “Sipp boleh.. Yang penting Anya suap sendiri yaa..”
Akhirnya setelah cuci tangan serta menunggu nasi dan telur dadarnya dingin (Anya tidak terlalu suka makanan hangat atau panas), kami pun mulai makan. Awalnya Anya hanya hanya memakan telur dadarnya saja, alasannya karena katanya nasinya susah diambil pakai tangan. Tapi saya ingatkan kalau nasinya enak karena sudah ditaburi bawang goreng yang banyak. Anya pun kembali bersemangat untuk memakan nasinya. Setelah telur dadarnya sisa separuh, barulah Anya memakan nasinya.
Alhamdulillah latihan kemandirian kali ini berhasil. Anya berhasil menyuap sendiri makanannya sampai habis. Setelah makan, tinggallah ibunya yang bertugas untuk membereskan ceceran nasi yang banyaaak sekali di lantai, hehehe tidak apa-apa yang penting kali ini Anya berhasil.



#HariKe7
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunsayIIP
#MelatihKemandirian


Minggu, 10 Desember 2017


Melatih Kemandirian Anya: Membereskan Sepatu


                Hari ini adalah hari Minggu. Bagi kami, hari Minggu adalah saatnya beres-beres rumah bersama-sama. Baik saya maupun suami, semua turun tangan dalam kegiatan beres-beres rumah. Kami juga selalu melibatkan Anya dalam kegiatan beres-beres ini, terutama untuk membereskan barang-barangnya sendiri. Meskipun Anya kadang masih terlihat moody, tapi saya dan suami selalu memotivasi Anya agar ia mau ikut dalam rutinitas beres-beres rumah, apalagi kami juga selalu mengajarkan bahwa barang-barang Anya adalah tanggung jawabnya sendiri.
                Salah satu barang yang akan kami bereskan hari ini, adalah sepatu-sepatu yang berserakan di teras rumah. Termasuk juga sepatu Anya di sana. Saya pun mengajak Anya untuk bersama-sama mengembalikan sepatu-sepatu tersebut ke rak sepatu. Agar Anya mengerti makna dari kegiatan ini, saya mengatakan kepada Anya tujuan dari meletakan sepatu kembali di raknya adalah agar sepatu-sepatu tersebut selalu rapi, terawat, dan tidak cepat kotor atau berdebu. Anya pun meng-iya-kan dengan bersemangat, ia berkata bahwa ia ingin sepatunya selalu bersih dan tidak berdebu.
                Alhamdulillah untuk kegiatan beres-beres sepatu sendiri hari ini Anya terlihat bersemangat mengikutinya. Bahkan di saat sepatunya sendiri sudah rapi di raknya dan sepatu ayahnya masih berserakan di lantai, akhirnya ia pun ikut merapikan sepatu ayahnya di rak sepatu. Good job, nak! Alhamdulillah 😊

NB: mohon maaf saya tidak sempat mendokumentasikan kegiatan ini, karena terlalu asyik beres-beres jadi saya pun sampai lupa untuk mengambil HP dan memotret Anya 😊

#HariKe6
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunsayIIP
#MelatihKemandirian





Melatih Kemandirian Anya: Membereskan Mainan (Bagian 2)


                Hari ini (hari Sabtu), saya akan kembali melatih skill kemandirian Anya untuk membereskan mainan sendiri. Karena ini hari Sabtu dan biasanya kami banyak berdiam di rumah saja, dan biasanya Anya akan membongkar semua mainannya. Jadi kesempatan ini akan saya jadikan sarana untuk melatih skill kemandirian Anya untuk membereskan mainan.
                Siang harinya, saya melihat Anya bermain menggambar dan mewarnai dengan pensil warna, buku mewarnai, dan kertas-kertas bekas yang dibawa suami saya dari kantornya. Sambil Anya mewarnai, saya berkata pada Anya agar setelah selesai mewarnai ia yang membereskan semua perlengkapan mewarnainya. Anya meng-iya-kan dan tentu saja seperti biasa ia minta untuk dibantu membereskan semuanya. Setelah selesai mewarnai, Anya langsung menyusul saya ke dapur dan kemudian bermain mainannya yang lain. Karena saya lihat pensil warnda dan kertas-kertasnya masih berserakan, saya pun bertanya pada Anya, kenapa pensil warnanya belum dibereskan. Anya pun menjawab bahwa ia belum membereskan karena tidak ada yang membantunya. Karena saya masih memasak, akhirnya suami saya lah yang membantu Anya membereskan semuanya. Setelah Anya kelihatan nyaman dengan kegiatan beres-beresnya, suami saya perlahan mundur dan tidak membantu Anya lagi, hanya mengawasi saja.
                Pelan-pelan tapi pasti. Bisa karena biasa. Latihan, latihan, latihan. Itulah yang ada di pikiran saya saat melatih skill kemandirian Anya. Bismillah..


 
#HariKe5
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunsayIIP
#MelatihKemandirian


Sabtu, 09 Desember 2017


Melatih Kemandirian Anya: Makan Sendiri (Bagian 2)


                Setelah siang tadi saya berhasil mengajak Anya makan puding sendiri, malamnya saya kembali mengajak Anya untuk makan sendiri lagi. Kali ini, saya memasak gurame goreng tepung atau yang biasa Anya sebut dengan gurame kriuk dan tumis sayuran. Semuanya adalah makanan kesukaan Anya.
Saat waktu makan tiba, saya langsung mengajak Anya untuk makan sendiri. Tentu saja saya dan suami pun ikut makan bersama Anya juga. Tujuannya tentu agar kami dapat memberi contoh bagaimana cara makan yang baik dan benar. Setelah saya pisahkan daging gurame dengan duri-durinya, saya menyodorkan piring makan kepada Anya. Kami pun mulai makan Bersama. Awalnya Anya terlihat bersemangat makan sendiri, ia menyendok nasi, ikan, dan sayurnya sedikit demi sedikit secara terpisah. Hal tersebut berlangsung selama sekitar 15 menit pertama makan. Selanjutnya saya perhatikan kecepatan makan Anya mulai menurun, sementara makanan yang ada di piring saya dan suami sudah hampir habis. Saya pun memotivasi Anya agar ia melanjutkan makannya dengan bersemangat seperti di awal tadi. Tapi sepertinya karena melihat saya dan suami sudah berhenti makan, semangat Anya untuk makan sendiri pun jadi menurun. Saya lihat Anya mulai memain-mainkan makanannya. Saya pun akhirnya turun tangan untuk membantu Anya makan, sebelum Anya mulai bosan dan malah tidak mau makan sama sekali. Saya kemudian membantu Anya makan dengan cara meletakkan nasi, ikan, dan sayur di atas sendok Anya, dan mengajak ia untuk menyuap sendiri ke mulutnya. Alhamdulillah cara itu berhasil, meskipun saya yang menyendok makanannya, tetapi Anya masih mau menyuapnya sendiri ke dalam mulutnya.
Tidak apa-apa saya pikir kalau latihan makan sendiri kali ini belum sepenuhnya berhasil. Besok kita coba lagi ya, nak. Semangaaaat!! 😊

#HariKe4
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunsayIIP
#MelatihKemandirian



Melatih Kemandirian Anya: Makan Sendiri


                Salah satu skill kemandirian yang juga ingin saya asah pada Anya adalah makan sendiri. Memang beberapa kali Anya sudah mau makan sendiri tanpa disuap, tapi itu sangat tergantung pada moodnya. Kadang Anya sudah mau makan sendiri, tapi kadang juga ia masih minta disuap. Apabila saya tetap mengajaknya makan sendiri, maka makannya menjadi sangat lamaaa sekali. Dan ujungnya Anya akan menjadi rewel lalu minta untuk disuapi.
                Jumat siang kemarin, kami mampir ke suatu bakery untuk membeli beberapa roti. Di sana juga ada puding kesukaan Anya. Anya kemudian memilih puding rasa coklat. Sesampainya di rumah, Anya langsung meminta untuk memakan pudingnya tersebut. Kesempatan ini saya jadikan sebagai sarana untuk melatih kemandirian Anya makan sendiri. Alhamdulillah, ternyata ia begitu bersemangat saat saya ajak untuk makan sendiri. Anya pun berkata bahwa ini makanan kesukaannya jadi ia mau makan sendiri 😉

#HariKe3
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunsayIIP
#MelatihKemandirian

Kamis, 07 Desember 2017


Melatih Kemandirian Anya: Bermain Sendiri di Saat Ibu Sakit


                Hari ini, seharusnya saya melatih skill kemandirian Anya seperti di tugas hari pertama kemarin, yaitu membereskan mainan. Tetapi karena ada suatu momen penting yang sepertinya sayang saya lewatkan untuk diceritakan di tugas Game Level 2 ini, alhasil inilah yang akan saya ceritakan hari ini.
                Pagi tadi, setelah mencuci baju tiba-tiba saya merasa mual dan lemas. Di bulan ke-5 kehamilan saya ini, saya memang terkadang masih sering merasa mual, lemas, dan pusing berputar. Di saat saya baru saja tiduran di sofa untuk meluruskan kaki dan beristirahat, Anya merengek minta ditemani bermain. Saya katakan pada Anya bahwa saya ingin tiduran 15 menit saja, karena kepala saya terasa pusing baru setelah itu saya menemaninya bermain. Saya pikir Anya akan kembali merengek, ternyata ia langsung mengambil buku ceritanya, membacanya sendiri (tentu saja membaca dengan melihat gambarnya, karena Anya belum bisa membaca). Setelah bosan dengan buku ceritanya, saya lihat Anya mengambil buku mewarnainya. Kemudian dengan tekun saya lihat ia mewarnai gambar di bukunya itu. Alhamdulillah. Masya Allah. Allah selalu memberikan kemudahan dibalik kesulitan. Di saat saya merasa sedang sangat tidak berdaya untuk melakukan apapun, Allah menganugerahkan kepada saya anak yang pengertian, mau bermain sendiri di saat ibunya sedang lemas.
                Bagi saya, hal ini termasuk salah satu skill kemandirian pada diri Anya yang sayang dilewatkan untuk diceritakan. Alhamdulillah 😊

#HariKe2
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunsayIIP
#MelatihKemandirian


Rabu, 06 Desember 2017


Melatih Kemandirian Anya: Membereskan Mainan


                Akhirnya tiba juga saatnya Game 2 di kelas Bunsay ini, yaitu melatih kemandirian. Tepat sekali untuk saya terapkan pada Anya yang sebentar lagi akan mempunyai adik. Untuk skill kemandiriannya, saya akan melatih kemandirian Anya untuk membereskan mainan dan buku-bukunya sendiri setelah dimainkan dan dibaca. Karena selama ini Anya masih sulit untuk diajak membereskan mainan dan bukunya sendiri.
                Target hari pertama saya tidak muluk-muluk, saya hanya ingin Anya membereskan mainannya yang satu jika ia ingin memainkan mainannya yang lain. Tujuannya tentu agar mainannya tidak terlalu banyak yang berserakan di lantai. Seperti siang kemarin, setelah selesai bermain masak-masakan, Anya ingin membongkar kontainer mainannya yang berisi playdoh. Sebelumnya ia meminta izin dulu pada saya.
                “Ibu.. Anya mau main playdoh..”
                “Iya boleh, tapi beresin dulu dong mainan masak-masakannya.. supaya ga berantakan semua mainan Anya..”
                “Ga mau neresin sendiri.. capek.. ibu aja yang beresin..”
                “Yang main kan Anya, masa ibu yang beresin? Ibu bantuin aja yaa..”
                Akhirnya kami pun bersama-sama membereskan mainan Anya. Tapi perlahan setelah Anya mulai terlihat enjoy dengan kegiatan beres-beresnya, saya tinggalkan Anya dan hanya mengawasi dari jauh saja.

#HariKe1
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunsayIIP
#MelatihKemandirian