Minggu, 24 Juni 2012

Nilai Lain Dibalik Menyusui Selain ASI


Satu minggu yang lalu, seorang teman saya baru saja melahirkan anak pertamanya. Sejak hamil, ia sudah berniat dan menyiapkan diri agar dapat memberikan ASI eksklusif untuk bayinya. Teman saya juga sudah melaksanakan proses IMD segera setelah bayinya lahir.
Hari itu juga saya menjenguk teman saya yang masih dalam pemulihan setelah proses persalinan yang sangat melelahkan. Betapa takjubnya saya saat melihat sendiri proses menyusui yang dilakukan oleh teman saya tersebut. Bahwa ternyata menyusui tidak hanya sekedar memberikan “air susu ibu” untuk bayi. Ada value lain yang terdapat dalam proses menyusui tersebut. Setelah melihat proses menyusui yang dilakukan oleh teman saya tersebut, saya kemudian menyimpulkan bahwa menyusui adalah suatu momen dimana ibu dan bayi melanjutkan perjuangannya bersama, dimana setelah ibu dan bayi berlelah-lelah dalam proses melahirkan, mereka harus melanjutkan perjuangannya untuk dapat menyusui.
 Saat awal proses menyusui, ibu harus berlatih agar bayinya dapat menyusui dengan baik, ibu juga harus terus menyemangati bayi agar bayi dapat terus menghisap payudara ibu meskipun mungkin saat itu ASI belum banyak keluar. Ibu juga harus tetap optimis dan tidak boleh putus asa jika saat itu ASI-nya masih sedikit, yang perlu ibu lakukan hanyalah menyusui sesering mungkin karena yang dapat merangsang keluarnya ASI adalah hisapan bayi itu sendiri. Begitu pula dengan bayi, saat awal proses menyusui, bayi juga harus berlatih agar dapat menghisap payudara ibunya dengan baik. Saat-saat awal menyusui merupakan saat dimana bayi “berkenalan” dengan payudara ibunya yang merupakan satu-satunya sumber makanannya saat itu. Pada proses menyusui ini jugalah saat awal untuk dapat membangun dan meningkatkan hubungan emosional dan komunikasi yang ada di antara ibu dan bayi.
Pengalaman saya melihat proses menyusui ini menunjukkan bahwa walaupun sulit untuk memberikan yang terbaik bagi bayi melalui IMD dan menyusui, namun dengan persiapan yang baik, keyakinan, dan dukungan dari keluarga, hal ini dapat dilakukan dengan baik. Hal-hal yang dapat dipersiapkan agar dapat menjalani proses awal menyusui dengan  baik diantaranya, pengetahuan yang baik mengenai seluk beluk ASI dan menyusui, keyakinan dan optimisme bahwa ASI yang dihasilkan akan banyak, serta yang tidak kalah penting yaitu dukungan dari keluarga dan tenaga kesehatan agar ibu dapat melaksanakan proses IMD dan menyusui dengan baik.