Satu minggu yang lalu, seorang teman saya baru saja
melahirkan anak pertamanya. Sejak hamil, ia sudah berniat dan menyiapkan diri
agar dapat memberikan ASI eksklusif untuk bayinya. Teman saya juga sudah
melaksanakan proses IMD segera setelah bayinya lahir.
Hari itu juga saya menjenguk teman saya yang masih dalam
pemulihan setelah proses persalinan yang sangat melelahkan. Betapa takjubnya
saya saat melihat sendiri proses menyusui yang dilakukan oleh teman saya
tersebut. Bahwa ternyata menyusui tidak hanya sekedar memberikan “air susu ibu”
untuk bayi. Ada value lain yang
terdapat dalam proses menyusui tersebut. Setelah melihat proses menyusui yang
dilakukan oleh teman saya tersebut, saya kemudian menyimpulkan bahwa menyusui
adalah suatu momen dimana ibu dan bayi melanjutkan perjuangannya bersama,
dimana setelah ibu dan bayi berlelah-lelah dalam proses melahirkan, mereka
harus melanjutkan perjuangannya untuk dapat menyusui.
Saat awal proses
menyusui, ibu harus berlatih agar bayinya dapat menyusui dengan baik, ibu juga
harus terus menyemangati bayi agar bayi dapat terus menghisap payudara ibu
meskipun mungkin saat itu ASI belum banyak keluar. Ibu juga harus tetap optimis
dan tidak boleh putus asa jika saat itu ASI-nya masih sedikit, yang perlu ibu
lakukan hanyalah menyusui sesering mungkin karena yang dapat merangsang
keluarnya ASI adalah hisapan bayi itu sendiri. Begitu pula dengan bayi, saat
awal proses menyusui, bayi juga harus berlatih agar dapat menghisap payudara
ibunya dengan baik. Saat-saat awal menyusui merupakan saat dimana bayi
“berkenalan” dengan payudara ibunya yang merupakan satu-satunya sumber
makanannya saat itu. Pada proses menyusui ini jugalah saat awal untuk dapat
membangun dan meningkatkan hubungan emosional dan komunikasi yang ada di antara
ibu dan bayi.
Pengalaman saya melihat proses menyusui ini menunjukkan bahwa
walaupun sulit untuk memberikan yang terbaik bagi bayi melalui IMD dan
menyusui, namun dengan persiapan yang baik, keyakinan, dan dukungan dari
keluarga, hal ini dapat dilakukan dengan baik. Hal-hal yang dapat dipersiapkan
agar dapat menjalani proses awal menyusui dengan baik diantaranya, pengetahuan yang baik
mengenai seluk beluk ASI dan menyusui, keyakinan dan optimisme bahwa ASI yang
dihasilkan akan banyak, serta yang tidak kalah penting yaitu dukungan dari
keluarga dan tenaga kesehatan agar ibu dapat melaksanakan proses IMD dan menyusui
dengan baik.