Sabtu, 27 Mei 2017



NICE HOMEWORK #2 

KELAS MATRIKULASI IIP

CHECK LIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN


Berikut ini adalah checklist indikator profesionalisme perempuan versi saya sendiri yang saya ambil dari kegiatan saya sehari-hari sebagai ibu rumah tangga yang memiliki satu anak balita, checklist ini sekaligus menjadi target yang harus saya capai untuk menjadi ibu professional bagi anak, suami, dan diri sendiri.

1. Sebagai Individu

 ·         ▶Sholat 5 waktu di awal waktu
Langsung mengerjakan sholat saat mendengar azan 5 kali sehari setiap hari.
·         ▶Sholat dhuha
Mengerjakan sholat dhuha setiap pagi saat sudah menyelesaikan segala urusan rumah tangga.
·         ▶Sholat tahajud
Mengerjakan sholat tahajud setiap hari setiap pukul 03.00-03.30.
·         ▶Membaca Alqur’an
Membaca Alqur’an minimal 2 halaman setiap hari.
·         ▶Puasa Sunnah
Menjalankan puasa Sunnah apapun, minimal puasa setiap hari Senin dan Kamis setiap minggunya.
·         ▶Bersedekah
Berusaha konsiten bersedekah kepada siapa saja, di mana saja, dan dalam kondisi apapun.
·         ▶Menjaga kesehatan diri
Makan makanan bergizi setiap hari, minum suplemen atau vitamin setiap 2 hari sekali, dan cukup istirahat dengan cara tidak memaksakan diri mengerjakan urusan rumah tangga saat sedang kelelahan atau tidak enak badan.
·         ▶Terus memperkaya diri dengan berbagai ilmu yang bermanfaat
Mengikuti kelas IIP, menghadiri setiap diskusi materinya, dan mengerjakan tugas-tugasnya tepat waktu. Juga membaca buku tentang agama, motivasi diri, atau parenting, minimal satu buku setiap bulannya.
·         ▶Terus memperbaiki segala kekurangan diri
Berusaha untuk bersabar, bersyukur, dan ikhlas dalam menjalani tugas sebagai ibu dan istri setiap hari. Juga selalu mendengarkan nasihat dan kritik dari siapapun yang membangun dan menjadikan saya pribadi yang lebih baik setiap harinya.
·         ▶Menjaga silaturahim kepada orangtua, keluarga besar, dan teman
Mengunjungi orangtua dan mertua minimal 2x sebulan secara bergantian. Juga menyempatkan berkumpul dengan keluarga besar dan teman setiap satu bulan sekali. Saat ini hal tersebut terkendala oleh jarak karena sekarang saya sedang merantau mengikuti suami, sebagai gantinya saya selalu menyempatkan untuk menelpon orangtua dan mertua serta menanyakan kabar lewat whatsapp, minimal 2 kali seminggu.

2. Sebagai Istri

·        ▶Mentaati perintah suami
Selalu mentaati perintah suami selama itu tidak bertentangan dengan ajaran agama.
·         ▶Mengingatkan suami agar selalu beribadah dengan baik
Selalu mengingatkan suami agar beribadah sholat 5 waktu tepat waktu dan tetap menjalankan ibadah Sunnah sesibuk apapun dalam pekerjaan.
·        ▶Selalu tampil cantik dan menarik di hadapan suami
Berusaha untuk selalu tampil cantik dan menarik di hadapan suami untuk menyenangkan pandangan suami sesibuk apapun saya dalam pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak.
·         ▶Menyediakan makanan bergizi dan sesuai dengan kebutuhan suami
Memasak dan menyiapkan makanan yang bergizi sesuai kebutuhan suami setiap hari agar suami selalu sehat dan fit selalu dalam menjalankan pekerjaannya.
·         ▶Menyediakan waktu saat suami ingin bercerita tentang pekerjaannya
Selalu menyediakan waktu dan mendengarkan cerita suami tentang pekerjaannya di kantor setiap malam setelah suami pulang kerja.
·         ▶Melayani kebutuhan suami sebelum berangkat dan sepulangnya bekerja
Menyiapkan baju yang rapi dan bersih untuk dipakai suami bekerja, menyiapkan sarapan, serta menyiapkan bekal yang akan dibawa suami ke kantornya setiap hari.
·         ▶Melayani kebutuhan biologis suami
Selalu siap setiap saat suami membutuhkan agar suami mendapatkan ketenangan dan kenyamanan dari istrinya di rumah.
·         ▶Mengelola keuangan rumah tangga dengan baik
Mengelola nafkah yang diberikan oleh suami setiap bulan dengan sebaik-baiknya untuk keperluan rumah tangga dan tidak menghamburkannya untuk berbelanja yang sebenarnya tidak penting.
·         ▶Menceritakan perkembangan anak kepada suami
Selalu menceritakan apa saja yang dilakukan anak sepanjang hari dan perkembangannya hari itu agar suami juga dapat mengetahui apa saja yang dilakukan oleh anaknya walaupun ia bekerja sepanjang hari, setiap malam sepulangnya suami dari bekerja.
·         ▶Berdiskusi tentang pendidikan anak kepada suami
Setiap saat diperlukan selalu mendiskusikan tentang apa saja yang akan saya ajarkan kepada anak, juga sekolah seperti apa yang akan menjadi sekolah anak kami kelak.

3. Sebagai Ibu

·         ▶Mengajarkan anak akhlak dan budi pekerti yang baik
Menanamkan akhlak dan budi pekerti yang baik kepada anak dalam kegiatan sehari-harinya yang akan menjadi bekal di kehidupannya saat dewasa kelak, seperti salah satunya mengajarkan “the three magic words”, tolong, maaf, dan terima kasih, yang akan sangat berguna di kehidupan sehari-harinya kelak.
·         ▶Mengajarkan anak tentang ilmu agama sejak dini
Mengajak anak mengikuti setiap kegiatan keagamaan sehari-hari di rumah, seperti sholat 5 waktu, mengaji, serta mengajarkan hafalan surat-surat pendek dan doa sehari-hari kepada anak setiap hari.
·         ▶Mengajarkan kemandirian kepada anak
Melibatkan anak dalam setiap kegiatan rumah tangga, seperti memasak, mencuci baju, menyapu, serta segala hal yang menyangkut keperluan pribadinya sendiri, seperti membereskan mainan, membereskan pakaian kotor, membereskan piring bekas makanannya, serta mandi dan berpakaian sendiri, setiap hari.
·         ▶Membantu anak mengembangkan keterampilan motorik, kognitif, dan sosial emosinya
Membuat kegiatan untuk anak yang dapat merangsang ketiga keterampilannya tersebut setiap hari, seperti mengajak anak untuk bermain sambil melompat, berlari, bermain playdoh, berlatih memasukkan kancing, membacakan buku cerita, serta mengenalkan huruf, angka, dan berbagai bentuk kepada anak, minimal dua kegiatan setiap harinya.
·         ▶Menyediakan makanan bergizi untuk anak
Memasak makanan bergizi tinggi seperti bermacam sayuran, buah-buahan, protein, dan tidak menggunakan MSG saat memasak, serta mengamati apabila anak sudah terlihat bosan dengan menu tertentu maka saya akan menawarkan beberapa pilihan menu yang terlihat menarik bagi anak sehingga anak selalu bersemangat untuk memakan makanan yang selalu disiapkan oleh ibunya setiap hari.
·         ▶Sabar menghadapi tingkah laku anak
Selalu sabar menghadapi tingkah laku anak, menahan emosi dengan cara selalu beristighfar saat menghadapi tingkah laku anak yang menguji kesabaran dan setiap hari.
·         ▶Mempelajari ilmu parenting
Mengikuti kelas IIP, membaca buku dan artikel tentang parenting minimal satu minggu sekali.
·         Menyediakan waktu saat anak membutuhkan teman bermain
Sesibuk apapun dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga, saya harus selalu menyempatkan bermain dan quality time dengan anak tanpa batasan waktu setiap harinya.
·         ▶Mencium, memeluk, dan mendengarkan celoteh anak
Selalu mencium, memeluk, dan mendengarkan celoteh anak setiap saat agar anak selalu merasa disayangi dan dihargai oleh ibunya. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menjadi penyemangat bagi saya dalam menjalani hari.

Senin, 22 Mei 2017

Sinta Artati_Jambi
Aliran Rasa #1
Awalnya saya tertarik mengikuti kelas matrikulasi karena saya merasa bahwa apa yang saya lakukan selama ini sebagai ibu masih jauh dari kata sempurna, saya tidak pandai membagi waktu, bahkan saya juga kadang merasa lelah hati dalam menghadapi berbagai pekerjaan rumah tangga yang tidak ada habisnya. Di kelas matrikulasi IIP ini saya ingin belajar bagaimana menjadi ibu yang profesional dalam menjalani tugasnya. Alhamdulillah kelas ini sesuai dengan ekspektasi saya. Saya yang haus akan ilmu seperti terpenuhi dahaganya setelah satu minggu mengikuti kelas matrikulasi ini. Saya juga jadi tahu bagaimana cara menuntut ilmu yang baik, bagaimana cara memperlakukan sumber ilmu dan ilmu itu sendiri, serta bagaimana mengamalkan sebuah ilmu agar ilmu tersebut menjadi berkah setelah mempelajari adab menuntut ilmu yang menjadi materi pertama di kelas matrikulasi ini. Hal yang paling saya rasakan yaitu saya jadi belajar untuk membagi waktu saya untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga, mengurus anak, membaca materi kelas matrikulasi, dan mengerjakan NHW nya, yang mana selama ini membagi waktu menjadi kelemahan saya dalam menjalani hari-hari saya sebagai IRT. Alhamdulillah 😊
Terima kasih saya ucapkan bagi bunda-bunda super yang ada di kelas Abejabas MIIPB#4 ini karena telah menginspirasi saya untuk menjadi ibu profesional. Semoga kita semua selalu diberikan kekuatan dalam menjalani hari-hari sebagai ibu, istri, dan anak serta untuk menuntut ilmu dan mengamalkan ilmu tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari. Aamiin YRA.

Rabu, 17 Mei 2017


NICE HOMEWORK #1

 KELAS MATRIKULASI IIP

ADAB MENUNTUT ILMU


Setelah melalui perenungan yang cukup panjang, akhirnya saya menemukan jurusan ilmu apa yang paling ingin saya tekuni di universitas kehidupan ini. Jurusan ilmu itu adalah sabar, syukur, dan ikhlas. Menurut saya ketiga ilmu tersebut saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Sedari dulu saya ingin sekali menekuni dan ingin dapat selalu mengamalkan ketiga ilmu tersebut. Mengapa? Karena ilmu-ilmu itulah yang akan selalu berguna dan pasti akan selalu digunakan dalam kehidupan ini. Dalam hidup ini tentunya kita tak luput dari berbagai macam permasalahan dan ujian dari Allah SWT. Agar dapat melalui berbagai permasalahan hidup dengan baik itulah kita memerlukan ketiga ilmu tersebut, yaitu sabar, syukur, dan ikhlas.

Strategi yang akan saya lakukan dalam menuntut ilmu sabar, syukur, dan ikhlas ini ialah dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperdalam ilmu agama yang saya miliki, serta banyak membaca buku, baik buku keagamaan maupun buku non keagamaan yang dapat menginspirasi saya untuk selalu bersabar, bersyukur, dan ikhlas dalam hidup. Saat mendapatkan permasalahan hidup yang pertama dilakukan adalah bersabar dengan cara lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, kemudian tak lupa kita juga harus bersyukur karena dengan adanya permasalahan hidup itu berarti Allah menyayangi kita dan ingin kita lebih mendekatkan diri kepadaNya, yang terakhir agar semua permasalahan terasa lebih ringan kita hadapi adalah kita harus ikhlas dalam menghadapi berbagai permasalahan tersebut.

Perubahan sikap yang akan saya lakukan terkait adab menuntut ilmu yaitu saya harus senantiasa berpikiran positif dan juga membersihkan hati saya dari segala macam “penyakit hati” seperti iri, dengki, takabur yang dapat menghalangi hati saya untuk selalu merasa syukur, sabar, dan ikhlas.