Melatih Kemandirian Anya: Makan Sendiri (Bagian 2)
Setelah
siang tadi saya berhasil mengajak Anya makan puding sendiri, malamnya saya
kembali mengajak Anya untuk makan sendiri lagi. Kali ini, saya memasak gurame goreng
tepung atau yang biasa Anya sebut dengan gurame kriuk dan tumis sayuran. Semuanya
adalah makanan kesukaan Anya.
Saat waktu makan tiba, saya
langsung mengajak Anya untuk makan sendiri. Tentu saja saya dan suami pun ikut
makan bersama Anya juga. Tujuannya tentu agar kami dapat memberi contoh
bagaimana cara makan yang baik dan benar. Setelah saya pisahkan daging gurame
dengan duri-durinya, saya menyodorkan piring makan kepada Anya. Kami pun mulai
makan Bersama. Awalnya Anya terlihat bersemangat makan sendiri, ia menyendok
nasi, ikan, dan sayurnya sedikit demi sedikit secara terpisah. Hal tersebut
berlangsung selama sekitar 15 menit pertama makan. Selanjutnya saya perhatikan
kecepatan makan Anya mulai menurun, sementara makanan yang ada di piring saya
dan suami sudah hampir habis. Saya pun memotivasi Anya agar ia melanjutkan
makannya dengan bersemangat seperti di awal tadi. Tapi sepertinya karena
melihat saya dan suami sudah berhenti makan, semangat Anya untuk makan sendiri
pun jadi menurun. Saya lihat Anya mulai memain-mainkan makanannya. Saya pun
akhirnya turun tangan untuk membantu Anya makan, sebelum Anya mulai bosan dan
malah tidak mau makan sama sekali. Saya kemudian membantu Anya makan dengan
cara meletakkan nasi, ikan, dan sayur di atas sendok Anya, dan mengajak ia
untuk menyuap sendiri ke mulutnya. Alhamdulillah cara itu berhasil, meskipun
saya yang menyendok makanannya, tetapi Anya masih mau menyuapnya sendiri ke
dalam mulutnya.
Tidak apa-apa saya pikir kalau
latihan makan sendiri kali ini belum sepenuhnya berhasil. Besok kita coba lagi
ya, nak. Semangaaaat!! 😊
#HariKe4
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunsayIIP
#MelatihKemandirian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar