Sabtu, 11 Februari 2012

ASI Eksklusif

Menyusui adalah  suatu cara dalam menyediakan makanan yang ideal bagi bayi. Makanan yang dihasilkan dari proses menyusui adalah air susu ibu (ASI). ASI merupakan makanan yang terbaik untuk bayi karena ASI mengandung semua nutrisi yang diperlukan bayi dengan kandungan yang tepat dan seimbang.
Pemberian ASI secara eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih, dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan tim. Pemberian ASI secara eksklusif dianjurkan untuk jangka waktu sampai dengan 6 bulan. Hal ini sesuai dengan pernyataan WHO tahun 2001 bahwa ASI eksklusif selama 6 bulan pertama di kehidupan bayi adalah yang terbaik. Dengan demikian, ketentuan sebelumnya yang menyatakan bahwa ASI eksklusif hanya diberikan sampai bayi berusia 4 bulan sudah tidak berlaku lagi. Setelah bayi berusia 6 bulan, ia harus mulai diperkenalkan dengan makanan padat. Sedangkan ASI dapat terus diberikan sampai bayi berusia 2 tahun atau lebih.
WHO dan UNICEF merekomendasikan langkah-langkah berikut untuk dapat mencapai keberhasilan ASI eksklusif:
·         Menyusui segera dalam waktu satu jam setelah melahirkan. Kegiatan ini dapat dilakukan melalui proses Inisiasi Menyusu Dini (IMD).
·         Menyusui secara ekslusif, hanya ASI selama 6 bulan. Artinya,hanya memberikan ASI saja tanpa tambahan makanan atau minuman lain, bahkan air putih sekalipun.
·         Menyusui kapanpun bayi meminta (on-demand), sesering yang bayi mau tanpa dijadwal. Semakin sering bayi menyusu maka produksi ASI juga akan semakin bertambah banyak.
·         Tidak menggunakan botol susu atau empeng. Hal ini untuk mencegah terjadinya “bingung puting” pada bayi. Bayi yang sudah pernah merasakan menyusu melalu dot biasanya akan sulit untuk menyusu langsung pada payudara ibu, dikarenakan perbedaan bentuk pada payudara dan dot yang mempengaruhi refleks menghisap bayi.
·         Mengeluarkan ASI dengan menggunakan pompa atau tangan saat sedang tidak bersama bayi. Hal ini dilakukan untuk menjaga produksi ASI agar tetap banyak meskipun ibu sedang tidak menyusui. ASI yang sudah diperah dapat disimpan dan digunakan untuk cadangan untuk diberikan pada bayi di kemudian hari saat ibu sedang tidak bersama bayi atau tidak memungkinkan untuk menyusui.
·         Mengendalikan emosi dan pikiran. Pikiran yang rileks penting agar produksi hormon oksitosin selalu lancar. Hormon oksitosin berguna untuk merangsang pengeluaran ASI. Kerja hormon oksitosin dapat menjadi terhambat apabila ibu merasa stress atau emosinya terganggu.
Pemberian makanan padat atau tambahan yang terlalu dini dapat mengganggu pemberian ASI eksklusif serta meningkatkan angka kesakitan pada ibu dan bayi. Selain itu, tidak ditemukan adanya bukti yang mendukung bahwa pemberian makanan padat atau tambahan pada usia 4 atau 5 bulan lebih menguntungkan. Bahkan sebaliknya hal ini akan mempunyai dampak yang negatif terhadap kesehatan bayi.
Air susu seorang ibu secara khusus disesuaikan untuk bayinya sendiri, misalnya ASI dari seorang ibu yang melahirkan bayi prematur komposisinya akan berbeda dengan ASI yang dihasilkan dari seorang ibu yang melahirkan bayi cukup bulan. ASI merupakan sumber gizi yang sangat ideal dengan komposisi yang seimbang dan disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan bayi. Melalui cara menyusui yang benar, ASI sebagai makanan tunggal akan cukup memenuhi kebutuhan pertumbuhan bayi normal sampai dengan usia 6 bulan.

Mengapa Jangan Memberikan Makanan Selain ASI Sebelum 6 Bulan?

Saat bayi berumur 6 bulan ke atas, sistem pencernaannya sudah relatif sempurna dan siap menerima makanan pendamping ASI (MP-ASI). Beberapa enzim pemecah protein seperti asam lambung, pepsin, lipase, dan amilase, baru akan diproduksi sempurna pada saat ia berumur 6 bulan. Selain itu, sebelum bayi berusia 6 bulan, sel-sel di dalam ususnya belum siap untuk mencerna kandungan gizi yang terdapat pada makanan. Sehingga makanan yang masuk dapat menyebabkan reaksi imun dan terjadi alergi. Menunda pemberian MP-ASI hingga 6 bulan juga dapat melindungi bayi dari obesitas di kemudian hari. Hal ini dikarenakan proses pemecahan sari-sari makanan yg belum sempurna sehingga kemudian dapat menumpuk menjadi sel lemak yang tidak diperlukan tubuh.
Pemberian MP-ASI setelah bayi berumur 6 bulan dapat memberikan perlindungan besar bagi bayi dari berbagai penyakit. Hal ini disebabkan belum sempurnanya sistem imun bayi yang berusia di bawah 6 bulan. Pemberian MP-ASI dini dapat membuka pintu gerbang masuknya berbagai jenis kuman ke dalam tubuh bayi. Terlebih lagi jika makanan yang disajikan tidak higienis. Hasil riset terakhir dari peneliti di Indonesia menunjukkan bahwa bayi yang mendapatkan MP-ASI sebelum ia berumur 6 bulan, lebih banyak terserang diare, sembelit, batuk pilek, dan demam dibandingkan bayi yg hanya mendapatkan ASI eksklusif.
                Kalau begitu mengapa saat ini masih banyak ibu yang memberikan MP-ASI kepada bayinya sebelum berusia 6 bulan? Banyak sekali alasan mengapa ibu memberikan MP-ASI terlalu dini kepada bayinya. Umumnya banyak ibu yang beranggapan bahwa anaknya kelaparan dan akan tidur nyenyak jika diberi makan yang banyak. Walaupun tidak ada relevansinya banyak ibu yang beranggapan bahwa hal ini benar. Karena belum sempurna, sistem pencernaannya, maka bayi harus bekerja lebih keras untuk mengolah dan memecah makanan. Sehingga bayi merasa kenyang lebih lama dan lebih jarang menangis. Berbeda dengan ASI yang lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh, sehingga bayi merasa lebih cepat lapar dan jadi lebih sering menangis karenanya.
                Belum lagi masih banyak anggapan di masyarakat seperti orang tua terdahulu yang mengatakan bahwa anaknya baik-baik saja saat diberi makan pisang saat berumur 2 bulan. Alasan lainnya juga bisa jadi tekanan dari lingkungan dan tidak adanya dukungan dari orang tua atau bahkan suami untuk memberikan ASI eksklusif. Gencarnya promosi produsen susu formula dan minimnya pengetahuan ibu mengenai manfaat ASI eksklusif juga menjadi faktor yang menyebabkan kegagalan ASI eksklusif di masyarakat.

-sinta-
25012012 14.34

Tidak ada komentar:

Posting Komentar