Komunikasi Produktif Bersama Anya Hari 9
Setiap hari
Minggu sore, seperti biasa kemarin saya dan Anya selalu menemani suami saya
bermain badminton bersama teman-teman kantornya. Sepulangnya dari bermain
badminton, saya langsung mengajak Anya mandi, karena setelah maghrib suami saya
mengajak pergi ke Gramedia untuk membeli block
note. Kemudian mulai terjadilah drama penolakan mandi oleh Anya.
“Anya ga
mau mandi bu.. Anya ngantuk, capek.. kan tadi sebelum berangkat Anya baru
mandi..” Memang benar, karena seharian kemarin Anya tidak tidur siang.
“Mandi
yuk nak, badan Anya udah lengket banget nih, ih tuh di leher banyak dakinya
kan, harus mandi itu biar seger..”
“Anya
mau tidur dulu aja bu..”
“Mandi dulu ya.. katanya Anya mau ikut ayah ke Gramedia? Jadi mau ikut ga?” Mendengar kata-kata saya itu, mata Anya langsung terlihat berbinar-binar.
“Mandi dulu ya.. katanya Anya mau ikut ayah ke Gramedia? Jadi mau ikut ga?” Mendengar kata-kata saya itu, mata Anya langsung terlihat berbinar-binar.
“Iya
bu, Anya mau mandi, pake air anget ya bu, kan udah sore banget..” Saat itu hari
memang sudah terlalu sore, bahkan hampir adzan maghrib.
“Oke
siaaap sayang..”
Benar ternyata
yang dikatakan Anya tadi bahwa dia memang mengantuk, karena tidak lama setelah
selesai mandi, ia kemudian tertidur. Maka kami pun memutuskan untuk membatalkan
pergi ke Gramedia. Setelah saya dan suami selesai menunaikan sholat Maghrib,
tak lama Anya pun bangun, hanya 45 menit tidurnya. Kami jelaskan karena Anya
capek jadi batal saja pergi ke Gramedia-nya. Tapi rupanya Anya masih mengingat
janji saya, setelah ia mandi kami akan pergi ke Gramedia. Akhirnya kami pun
jadi berangkat ke Gramedia. Begitulah pelajaran hari ini bagi saya, jangan
menyepelekan apa yang dikatakan anak dan jangan menyepelekan janji yang kita
ucapkan kepada anak.
#Hari9
#GameLevel1
#Tantangan10hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunSayIIP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar