Kamis, 02 November 2017

Komunikasi Produktif Bersama Anya Hari 1

             
  Partner komunikasi produktif saya dalam Game Level 1 ini adalah anak saya sendiri yang bernama Anya. Anya adalah anak perempuan berusia 3 tahun 5 bulan yang sedang senang-senangnya menyanyi dan menari. Saya perhatikan kemampuan berbicara dan mengolah katanya pun berkembang cukup pesat setelah memasuki usia 3 tahun ini, ia mulai sering memiliki pendiriannya sendiri dalam setiap hal, terutama setiap kali kami (ayah dan ibunya) memberitahunya untuk melakukan sesuatu. Hal inilah yang saya manfaatkan untuk mempraktikkan ilmu komunikasi produktif di Game Level 1 ini.
Sore tadi, listrik mati cukup lama di rumah kami di Jambi, kira-kira sekitar 1 jam lebih lamanya. Kebetulan saat listrik mati tadi bertepatan dengan waktunya Anya bangun tidur siang dan menonton kartun kesukaannya. Setengah jam pertama mati listrik, Anya masih sabar menunggu listrik menyala sambil memainkan krayonnya. Setengah jam berikutnya, Anya mulai gelisah dan rewel. Ditambah udara yang panas membuat kesabaran saya semakin diuji menghadapi kerewelan Anya ini.
“Ibuuuu.. Anya capek main.. mau nonton tv aja, kan ada Cloud Bread..”
“Sabar ya nak, listriknya masih mati, belum nyala, Anya belum bisa nonton tv sekarang.. Anya main dulu aja. Kalau bosan main, baca buku cerita aja yuk sama ibu.”
“Ga mauuuu.. nonton tv ajaaaa..”
“Listriknya belum nyala, nak.. kalau ga ada listrik, tv-nya ga bisa nyala.. mainan sama buku Anya kan banyak, Anya bisa main dulu atau baca-baca buku dulu sambil nunggu listrik nyala..”
“Ga mauuuuu.. Anya boseeen..” Anya mulai berteriak sambil menghambur-hamburkan mainannya, nyaris menangis juga.
Saya pun semakin tidak sabar mendengar rengekannya, jadi sebelum saya ‘meledak’ juga, saya memutuskan untuk mengajak Anya bermain keluar rumah, padahal matahari sore tadi bersinar cukup terik. Alhamdulillah, Anya mau saat saya ajak main di luar, walaupun wajahnya masih kelihatan ditekuk. Saat kami sedang bersiap-siap mengambil sandal, alhamdulillah saat itu juga listrik menyala. Anya yang tahu listrik sudah menyala saat melihat kipas angin sudah berputar kembali, langsung berlari ke dalam rumah dan meminta saya untuk menyalakan tv.
Setengah jam menonton tv, saya pun mengajak Anya untuk mandi. Alhamdulillah acara mandi sore tadi berjalan cukup lancar tanpa drama. Karena biasanya untuk mandi pun harus didahului drama sebelumnya. Mungkin besok-besok drama sebelum mandi inilah yang akan saya jadikan topik Komunikasi Produktif selanjutnya.

#Hari1
#GameLevel1
#Tantangan10hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunsayIIP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar